Strategi Pemerintah Menggenjot Event Tourism 2026: 105 Agenda, 6,47 Juta Pengunjung, Rp1,09 Triliun

Strategi Pemerintah Menggenjot Event Tourism 2026: 105 Agenda, 6,47 Juta Pengunjung, Rp1,09 Triliun

Dukungan Fiskal dan Promosi Lintas Kementerian

Di balik ramainya konser, festival, dan pertandingan olahraga sepanjang 2026, ada strategi pemerintah yang terukur. Kementerian Pariwisata mencatat sepanjang Januari–Juli 2026 pihaknya mendukung penyelenggaraan 105 acara, terdiri dari 18 acara nasional, 10 acara internasional, 61 acara Karisma Event Nusantara, 14 acara MICE, dan dua acara daerah. Dukungan itu tidak hanya berupa promosi, tetapi juga fasilitasi dan koordinasi lintas kementerian. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa setiap event harus mampu “mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi”.

Wisatawan Mancanegara dan Nusantara Tumbuh Bersama

Kebijakan event tourism berjalan seiring dengan pertumbuhan kunjungan. Pada Agustus 2026, Indonesia menerima 1,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara, naik 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif, kunjungan wisman mencapai 10,58 juta, sementara perjalanan wisatawan nusantara tercatat 842,15 juta sepanjang tahun. Perjalanan wisnus pada Agustus 2026 saja mencapai 104,30 juta perjalanan, naik 11,47 persen secara tahunan. Data ini menunjukkan bahwa event tourism tidak hanya menarik wisatawan asing, tetapi juga menggerakkan mobilitas domestik yang menjadi penopang utama ketahanan pariwisata.

UMKM dan Pekerja Seni di Balik Layar Event

Dampak event tourism tidak hanya terlihat di panggung. Dari 105 acara yang didukung Januari–Juli 2026, tercatat 11.000 pelaku UMKM dan lebih dari 184.000 pekerja seni serta anggota komunitas terlibat. Acara-acara tersebut menarik lebih dari 6,47 juta pengunjung dengan estimasi perputaran uang hingga Rp1,09 triliun. Angka ini memperlihatkan bahwa ekosistem event melibatkan jauh lebih banyak orang daripada artis atau atlet yang tampil: ada kru produksi, penjual makanan, penyedia transportasi, penjahit kostum, dan pekerja kreatif yang hidup dari rangkaian acara.

Daya Saing Global dan Target 17,6 Juta Wisman

Dalam jangka lebih panjang, strategi ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Indonesia menempati peringkat ke-23 dunia dalam Travel and Tourism Development Index 2026, sementara realisasi investasi pariwisata tumbuh 56,05 persen menjadi Rp73,56 triliun pada 2025. Pemerintah menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisman pada 2026, dengan penguatan destinasi, konektivitas, event, dan promosi berbasis pasar. Event tourism menjadi salah satu pilar untuk mencapai target tersebut karena mampu menciptakan alasan perjalanan yang spesifik dan musiman, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu musim liburan.

Menuju Kalender Event yang Berkelanjutan

Ke depan, tantangannya adalah menjaga kualitas dan distribusi manfaat. Event yang terlalu terpusat di Jakarta atau Bali berisiko meninggalkan daerah lain, sementara event yang tersebar membutuhkan kesiapan infrastruktur dan promosi yang lebih kuat. Dengan 125 event KEN 2026 di 38 provinsi, pemerintah memiliki kerangka untuk mendistribusikan arus wisatawan. Jika ekosistem UMKM, pekerja seni, dan pemerintah daerah terus diperkuat, event tourism Indonesia bukan hanya tentang angka kunjungan, tetapi tentang perjalanan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat di berbagai penjuru negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *