Ketika Teman Sebaya Menjadi Garis Depan
Luka psikologis sering kali tidak terlihat, namun dampaknya bisa sangat besar bagi kehidupan remaja. Kementerian Kesehatan RI menyadari pentingnya memberdayakan siswa sebagai garis depan dalam mendeteksi dan merespons masalah kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Bedah Buku: Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis
Pada Kamis, 23 April 2026, Kemenkes menggelar kegiatan Bedah Buku: Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah Jenjang SMP dan SMA. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi serta keterampilan dasar siswa dalam mengenali dan merespons masalah kesehatan mental.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya keterampilan ini dengan analogi sederhana: “Kalau teman kita jatuh saat bermain, kita langsung bantu karena lukanya terlihat. Tapi bagaimana jika yang terluka adalah perasaan? Sering kali kita diam, bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tahu harus berbuat apa”.
Partisipasi dan Rencana Keberlanjutan
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta perwakilan lintas sektor. Tahun ini, program bedah buku direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga seri untuk menjangkau lebih banyak sekolah.
P3LP: Keterampilan yang Tidak Memerlukan Keahlian Khusus
Menurut Dante, keterampilan pertolongan pertama pada luka psikologis tidak memerlukan keahlian khusus, tetapi cukup dengan kepedulian dan keberanian untuk hadir bagi sesama. “Kalian tidak harus jadi ahli. Cukup jadi manusia yang peduli. Mau mendengarkan tanpa menghakimi, memahami sebelum menilai, dan berani berkata: kamu tidak sendirian,” tegasnya.
Implementasi di Daerah: Sekolah Sehat Jiwa Yogyakarta
Program serupa juga dikembangkan di daerah. Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan Program Sekolah Sehat Jiwa (SSJ) yang mencakup skrining kesehatan jiwa pada kelompok usia sekolah serta Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan dukungan awal kepada individu yang mengalami tekanan psikologis.
Mendukung SDG 3 dan Pencegahan Perilaku Self-Harm
FK-KMK UGM juga memperkuat literasi kesehatan mental remaja melalui pelatihan agen sebaya di Magelang. Program ini berfokus pada pencegahan perilaku self-harm atau non-suicidal self-injury (NSSI), mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera.