8,98 Juta Turis Asing: Rekor Tertinggi Sejak 2020
Badan Pusat Statistik mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 8,98 juta kunjungan sepanjang Januari–Juli 2026, tertinggi sejak 2020. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan jumlah kunjungan kumulatif ini naik 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang Juli saja, kunjungan turis asing mencapai 1,52 juta, naik 9,99 persen secara bulanan dan 2,95 persen secara tahunan. Dari asal negaranya, wisman pemegang paspor Malaysia mendominasi dengan 228,71 ribu kunjungan (15 persen), diikuti Australia 188,25 ribu (12,34 persen), China 156,75 ribu (10,28 persen), dan Singapura 117,28 ribu (7,69 persen).
737,85 Juta Perjalanan Wisnus: Dominasi Pasar Domestik
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari–Juli 2026 tercatat sebesar 737,85 juta perjalanan, naik 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Capaian kunjungan wisnus ini merupakan yang tertinggi sejak 2019 atau sebelum pandemi. Angka ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi tulang punggung pariwisata budaya Indonesia.
KEN 2026: 125 Event dari 38 Provinsi
Kementerian Pariwisata resmi meluncurkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dengan 125 event terpilih dari 38 provinsi — meningkat dari 110 event pada KEN 2025. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa event daerah tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Kurasi event dilakukan dengan indikator ketat, mencakup ide dan inovasi, strategi pemasaran, manajemen kegiatan, serta analisis dampak ekonomi.
Target 17,6 Juta Wisman dan 1,2 Miliar Pergerakan Wisnus
Kemenparekraf optimistis penguatan kurasi program dan tata kelola event dapat mendukung pencapaian target nasional sebesar 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,2 miliar pergerakan wisatawan nusantara. Untuk mencapai target tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci — mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas adat, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, hingga media.
Peluang dan Tantangan ke Depan
Di balik angka-angka positif, tantangan tetap ada. Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Agus Widiatmoko, menekankan prinsip pemanfaatan kebudayaan: jangan sampai nilai budaya dikorbankan demi kepentingan ekonomi. “Kita tidak ingin tradisi hanya menjadi tontonan, tetapi harus tetap menjadi tuntunan. Masyarakat harus tetap menjadi pemilik, pelaku, pengelola, sekaligus penerima manfaat utamanya,” tegasnya. Prinsip ini menjadi kompas bagi pengembangan wisata budaya Indonesia di tahun-tahun mendatang.